Rabu, 04 Juli 2012

KATA HATI



Shalawat sepanjang ilalang di padang-padang menjadi dendang sepanjang rintang kesturi di sepanjang bauan puisi di sepanjang sunyian lagu di sepanjang rayuan catatan panjang dari rentang-rentang firman yang menyejarah tentang amalan, tentang pesan-pesan bertuah, petitih dari nagari antah kugali ayat-ayat firdaus tentang nagari sungai-sungai susu, sungai-sungai madu dan sungai-sungai arak yang dihalalkan negari yang tak kita jumpai persengketaan dengan iblis segala serapah rebah kutegakkan takbir ditingkahi iftitah kukhusyukan ruku kupeluk sujudku imani salam-salam yang diamini

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

Allahumma sholli 'ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi

Sahabat yang budiman
betul..Penting menegakan HUKUM akan tetapi ada yang lebih penting yaitu menegakan KEADILAN, dalam hal Agama BERISLAM itu penting tapi yang lebih penting BERIMAN, SHOLAT penting karena tiang Agama akan tetapi Sholat yang KHUSYUK itu yang utama, berPUASA itu penting tapi lebih pnting FITRAH,


Senin, 04 Juni 2012

`'•.¸* ♥ GURISAN PENAku ~ HENING MALAM♥ *¸.•'´) ♥♥**




Disepotong MALAM yang tiba kudengar salam dibatas bilang, menyentuh QOLBU membelai keheningan bersama TETESAN EMBUN dingin di cakrawala kugenggam DZIKIR dalam Kembaran Jelas JIWA ..ternyata kesendirian ini tak pernah sepi, PINTA sekeping HATI bukan ILLUSI ...dalam GELORA manisnya sapamu bersama INDAH syair mu dalam BINGKAI ketulusan HATI

SENYAP ku tersita dalam ukhuwah ISLAMIAH untunglah kita mampu menulis SYUKUR yang tertidur di kaki menara yg terjaga di atas SAJADAH, di sana Ku titip DIRI ini pada ILLAHI krena AKU hanya ANAK MANUSIA sepotong BHAKTI segumpal TANAH.........

Sahabat... 
DINGIN  itu menggigil PANAS itu membakar tapi tenanglah sebab BADAI itu hanya sementara..

Sahabat... 
AIRMATA pasti pernah kau alami letih lelah..tapi SABARlah krenaSENYUM dan TAWA adalah HADIAH MASA DEPAN...


NADA dan TANGIS Baru telah tersebar di mana mana DEBU dan ABU telah mendingin, PUJI dan CELA adalah ANGIN berhembus Ikuti Suara HATI terdalam,

Sahabat....kita adalah Penebas KeGULITAan MALAM, kita adalah SINGA padang Pasir kita adalah RAJAWALI bermata tajam dan kita adalah pencetus api kebangkitan…
Sahabat... Raung Kan HATImu seperti HARIMAU .. agar ALLAH SWT Bangga Pada KITA...



Rabu, 09 Mei 2012

`'•.¸* ♥ GURISAN PENAku TUK SAHABAT WANITA♥ *¸.•'´) ♥♥**



WANITA Di Cipta ALLAH SWT dgn Amat SEMPURNA, sejak itu KODRATnya dittapkn sbagai PILAR Pengokoh BANGUNAN Rumah tangga., WANITA yg sukses adalah yg sanggup mmahami KEWAJIBAN UTAMAnya di rumah sperti apa dan di publik pun bagaimana... tidak tergerus oleh ISU GENDER yg sejatinya akan menjauhkan perempuan dari ESENSI KEMULIAAN yg sejati!...

UKHTIFILLAH...!
Budi pekerti WANITA SHALIHAH di penuhi rajutan Benang Kehalusan, sopan dan santun, tersenyum cantik dgn Tatapan Mata INDAH teduhnya ....selalu berlabuh UNTUK KECINTAAN pada SANG KHALIK...SUBHANALLAH..
WANITA ANUGERAH TERINDAH...

Rabu, 18 April 2012

INGAT PADAKU



Ba Syien Dan Miem menjadi Ba Sa Ma artinya Tersenyumlah..
Walau HATI Terpuruk SENYUM tetap Menghias JIWA...dan dengan SENYUM Raih BAHAGIA


Sahabatku yang ku sayang....
Kepadamu.. Oh semua ingatlah Pesananku 
Janganlah Berduka Selalu, Terimalah Oh Sahabatku Seruanku Untukmu..
Hiburkanlah HATIMU..Supaya bergembira Selalu....INGATLAH PESANAN KU
Buatlah ingatan Masa Depan...Oh Sahabat Fillah
Dengarlah Pesananku untukmu Dariku ..."INGAT Padaku"
Oh sahabatku yang ku sayang 
Itulah Dariku ..Simpankan Di HATImu...INGAT PADAKU..:)

SALAM SUKSES TUK SAHABAT "BAITI JANNATI".........

Jumat, 06 April 2012

KEKASIH.................CINTA ini ku tulis dgn AIRMATA.....


Biarkan ku ttap spanjang MALAM yg meMANJAkan saya, membuat SAYA TERJAGA.
ENGKAU telah datang dngn KEBAHAGAIAAN dan mengubah saya ENGKAU mmbuatku ssuatu yg berbeda..Tidak ada yg lain yg mengisi FIKIRAN saya. ENGKAU tlah mmbuat saya sperti ini dan ..
saya pun masih dengan cara ini. AKU prgi dn kmbali berBICARA pd DIRIku sendiri.


ENGKAU mmbawakan saya bulan Dan BINTANG BINTANG juga
ENGKAU tlah mngambil SEMANGAT saya, dimana ku bisa pergi?
ENGKAU tlah mngubah HATI saya dlm hitungan detik.


Dn semua CINTA serta RINDU ini Mereka tumbuh dlm hitungan HARI
hmmm...Apa yang ENGKAU katakan? , Membuat SAYA TERJAGA....
ABY..TerSENYUMLAH dalam KEHIDUPANmu....SENYUMlah Agar HIDUP Lebih INDAH & BAHAGIA..!!!


KEKASIH.................CINTA ini ku tulis dgn AIRMATA.....


Yaa Rahman Yaa Rahieem...TUNTUNlah aku dalam mencari rahmat-Mu, agar DIRIku bisa menghampiri-Mu.…Dan, dekatkanlah aku dengan karamah-Mu agar diriku berpaling kepada-Mu…… Ya Robbi, tak kan pernah Saya kehilangan seluruh HARAPAN, walau aku mengingkari-Mu…..Dan, tak kan pernah aku berhenti takut kepada-Mu,meski aku patuh kepada-Mu”.


@@@Setetes Tinta Kata Dlm DZIKIR Indahnya ASMA ALLAH4@@@

Kamis, 05 April 2012

“Rumahku adalah surgaku

“Rumahku adalah surgaku”, itulah ungkapan yang sering kita dengar, yang menggambarkan keinginan setiap insan akan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan anggota keluarganya. Karena cinta kepada istri dan anak-anak merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Ta’ala berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali ‘Imran: 14)

Kisah Cinta Zulebid



Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.
Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.
Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”
“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan keshalihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.”
“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.
Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan
“Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.
“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.
“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku.” Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai putriku?”
Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya.”
Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” Duhai Dinda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”
Jawab istrinya, “Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”
Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.
Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.
“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhaanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang. Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”
Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhaku menyertaimu”
***
Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhid. Ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya. Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya. Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.
***
Senja datang. Angin mendesau, sepi. Pasir-pasir beterbangan. Berputar-putar…
Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.
Tanpa dimandikan… Tanpa dikafankan… Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid. Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut. Para sahabat terdiam membisu. Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang dari pelupuk mata beliau. Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum. Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan sahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.
Akhirnya keadaan kembali seperti semula. Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”
Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo… Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”
“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.
“Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.
“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.
“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya.”
***Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang Ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya. Malam menjelang. Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan nyata. Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula.

Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini apabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu. Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.”
Istri Zulebid, terdiam. Matanya basah. Ada sesuatu yang menggenang disana. Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi. Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir. Ia menggerakkan bibirnya. “Suamiku, aku mencintaimu. Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita. Aku ikhlas.”